Menghirup aroma mawar yang
Kau beri,
Ntah mengapa tak tercium
Menyesap kopi yang
Kau hidangkan,
Ntah mengapa tak menghangatkan
Merasakan dinginnya hawa es,
Percayalah
Tak sedingin hatiku padamu
Kita memang satu,
Kita memang bersama.
Tapi hanya ucapan kata
Bahkan bayanganku-pun berkelahi.
Kau tahu?
aku ada dua.
Nyata yang menyatakan ya,
Dan maya mengatakan tidak
Nyata karena keadaan,
Maya karena keinginan.
Kapan kau akan tahu?
Dan kapan akan kau akhiri?
Kita satu dan sama
Dalam pondasi yang tak kokoh
Kita satu dan sama
Dalam kebohongan.
Ini salah,
Aku karnanya …
Hingga tunggu kita dipisahkan,
Atau melanjutkan kebohongan?
Dan percayalah,
Bukan kau yang lebih tersakiti
Tapi aku,
Kita sama-sama tersakiti
Ku tunggu kau sadar,
Wahai engkau yang mencintaiku …

Tidak ada komentar:
Posting Komentar